Sahabatku

Rabu, 07 Desember 2011

DAUR HIDUP HEWAN

A. DAUR HIDUP TANPA METAMORFOSIS
Sebagian besar hewan mengalami daur hidup tanpa metamorfosis, misalnya ayam, kambing, ikan, burung, dan banyak hewan lain.
1. Daur Hidup Ayam

Ayam menghasilkan anak dengan cara bertelur. Telur ayam perlu perlu dierami kira-kira 21 hari agar dapat menetas. Setelah pertumbuhan bakal anak dalam telur sempurna, telur menetas menjadi anaka ayam. Anak ayam ini tampak lucu dengan bulu-bulu halus. Semakin lama, anak ayam tumbuh semakin besar. Bulu-bulu halus berubah menjadi bulu-bulu seperti induknya.
Bulu ayam dewasa lebih besar dan memiliki semacam poros di tengahnya. Akhirnya, semua bulu halus berganti menjadi bulu seperti induknya. Ayam betina menjadi indik betina. Ayam jantan menjadi ayam jago dewasa.
Setelah dewasa, ayam berkembangbiak dan menghasilkan telur. Dari telur ini, daur hidup ayam yang baru akan dimulai kembali.

2. Daur Hidup Kucing
Kucing menghasilkan anak melalui cara beranak (melahirkan). Sebelum anaknya lahir, kucing dewasa mengalami masa mengandung kira-kira 3 bulan. Setelah itu, lahirlah anak kucing yang belum dapat bergerak dengan lincah. Anak kucing ini belum dapat makan sendiri. Dia menyusu ke induknya. Setelah umurnya lebih dari sebulan, snsk kucing baru dapat memakan makanan lain.
Setelah lahir sampai dewasa, tubuh kucing tidak berubah bentuk. Hanya ukuran tubuhnya saja yang berubah. Gerakannya pun semakin lincah. Kucing dewasa dapat memanjat dan melompat dari tempat yang tinggi.

3. Daur Hidup Kanguru
Kanguru banyak hidup di benua australia. Beberapa jenis kanguru juga hidup di Papua ( Irian Jaya).
Kanguru menghasilkan anak dengan cara beranak (malahirkan). Berbeda dengan kucing, kanguru megandung kira-kira hanya sebulan. Anak kangguru yang lahir pun masih sangat kecil dan lemah. Begitu keluar dari tubuh induknya, anak kangguru merambat perlahan ke kantong induknya yang ada di depan perut. Di kantong itu, anak kanguru menyusu sampai berbulan-bulan. Setelah tubuhnya cukup besar, barulah anak kanguru keluar dari kantung induknya

B. DAUR HIDUP DENGAN METAMORFOSIS
Berdasarkan perubahan bentuk tubuh hewan, metamorfosis dibagi menjadi 2 golonga sebagai berikut .
a. Metamorfosis sempurna (lengkap)
Metamorfosis sempurna dialami hewan yang saat lahir berbeda sekali bentukny dengan hewan dewasa. Metamorfosis sempurna antara lain terjadi pada kupu-kupu, lalat, nyamuk, dan katak.
b. Metamorfosis tidak sempurna ( tidak lengkap)
Metamorfosis tidak sempurna dialami hewan yang saat lahir tidak terlalu berbeda dengan hewan dewasa. Metamorfosis tidak sempurna terjadi pda kecoa dan belalang.

1. Daur Hidup Kupu-kupu
Daur hidup kupu-kupu dimulai dari telur. Telur kupu-kupu biasanya berada pada permukaan daun. Telur menetas menjadi ulat.
Ulat mempertahankan hidupnya dengan makan dedaunan. Selama berhari-hari, ulat makan. Akan tetapi, lama-kelamaan ulat makin sedikit makan. Demikian pula, gerakan ulat makin lama makin lambat. Akhirnya, ulat berhenti makan dan tampak tidak bergerak. Walaupun tidak makan dan tampak tidak bergerak, ulat itu tidak mati.
Ulat segera membuat sarang dari air liurnya. Air liurnya mengeras dan membentuk semacam benang sutera. Benang-benang itu melekat pada daun atau batang. Akhirnya, benang-benang itu menutup selurh tubuh ulat. Keadaan ulat yang terbungkus dalam sarang benang itu disebut kepompong.
Selama masa kepompong, ulat berubah menjadi kppu-kupk. Masa kepompong berlangsung selama berhari-hari. Jika telah berubah secara sempurna, kupu-kupu keluar dari kepompong.
Kupu-kupu hidup dengan memakan nektar ( madu) yang ada dalam bunga. Kupu-kupu dewasa berkembangbiak dengan bertelur. Dari telur ini daur hidup kupu-kupu yang baru dimulai lagi.
Metamorfosis Kupu-Kupu
2. Daur Hidup Nyamuk
Daur hidup nyamuk dimulai dari telur. Telur nyamuk berada di air. Telur menetas menjadi jentik-jentik (tempayak).
Jentik-jentik hidup dengan cara berenang di air. Jentik-jentik mendapat makanan di air. Jentik-jentik terus bergerak-gerak.
Kemudian, jentik-jentik tumbuh dan berubah menjadi pupa. Pupa tidak bergerak. Pupa dapat berpindah karena dorongan air.
Selanjutnya, pupa berubah menjadi nyamuk. Nyamuk trebang ke udara. Nyamuk dewasa akan kembali ke air untuk bertelur.beberapa jenis nyamuk meletakkan telurnya di air kotor. Beberapa jenis nyamuk meletakkan telurnya di air jernih.

3. Daur Hidup Lalat
Daur hidup lalat dimulai dari telur. Telur lalat biasanya berada di tempat-tempat yang kotor, misalnya di atas timbunan sampah dan kotora. Telur meneras menjadi belatung. Bentuk belatung seperti cacing kecil.
Belatung bergerak dan merayap mencari makanannya. Belatung paling banyak berada di tempat sampah dan kotoran. Telur menetas menjadi belatung. Bentuk belatung seperti cacing kecil.
Belatung bergerak dan merayap mencari makanannya. Belatung paling banyak berada di tempat kotor dan bau.
Kemudian, belatung tumbuh dan berubah menjadi pupa. Pupa tidak bergerak. Pupa menempel di tempat kotor.
Setelah beberapa hari, pupa berubah menjadii lalat. Lalat terbang dan mencari makan di tempat kotor. Lalat dewasa bertelur di tempat itu juga. Dari telur ini, daur hidup lalat baru dimulai lagi.

4. Daur Hidup kecoak
Daur hidup kecoak dimulai dari telur. Telur kecoak menetas menjadi lipas muda. Bentuk kecoak muda mirip dengan kecoak dewasa. Bedanya kecoak muda tidak bersayap.
Kecoak mudah tumbuh dan berubah menjadi kecoak dewasa. Kecoak tidak melalui tahap pupa. Oleh karena itu, perubahan atau metamorfosis kecoak merupakan metamorfosis tidak sempurna (lengkap).
Kecoak dewasa memiliki sayap. Kecoak dapat terbang. Kecoak dewasa bertelur di air kotor. Dari sini, daur hidup kecoak baru dimulai lagi.

5. Daur Hidup Katak
Katak merupakan hewan amfibi, yaitu hewan yang hidup di darat dan air. Sepanjang hidupnya, katak hidup di dua alam. Katak tidak dapat bertahan hidup jika tinggal di air saja atau di darat saja.
Daur hidup katak dimulai dari telur. Telur katak berada di air. Telur menetas menjadi kecebong (berudu). Bentuk kecebong seperti ikan. Kecebong hidup dan tumbuh di air. Kecebong bernafas dengan insang.
Kemudian, pada kecebong tumbuh sepasang kaki belakangdan disusul sepasang kaki depan. Kecebong berubah menjadi katak berekor.
Semakin lama, ekor katak semakin mengkerut. Katak berekor tumbuh dan berubah menjadi katak muda. Akhirnya, ekor katak menghilang.
Katak muda berubah menjadi katak dewasa yang tidak berekor. Katak dewasa bernapas dengan paru-paru dan kulit. Katak dewasa hidup di air dan di darat.
Katak dewasa bertelur di air. Dari sini, mulailah telur katak menjalani daur hidupnya.
Daftar Pustaka
Wahyono, Budi dan Setya Nurachmandani. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam 4: untuk SD/MI kelas IV. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Sulistyanto, Heri Edy Wiyono. 2008. Ilmu Pengetahuan Alam 4 untuk SD dan MI Kelas IV. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

SIKLUS HIDUP PROTOZOA


SIKLUS GIARDIA LAMBLIA

SIKLUS ENTAMOEBA HISTOLYTICA

SIKLUS HIDUP MANUSIA

 
Gambar 1 :  Siklus hidup manusia
  • Dimulai dari kehidupan intra uterin
  • Hasil dari sistem reproduksi
  • Bertahan  spesies manusia tergantung   pada sistem reproduksi laki-laki dan wanita
  • Fungsional dan kendali tergantung pada : Sistem neuroendokrin



Bila memperhatikan gambar 1 tentu akan bingung menentukan dari mana siklus ini berawal atau mulai. Akan tetapi yang penting adalah bagaimana mempertahankan agara siklus tersebut utuh tidak terhenti oleh aborstus saat masih menjadi janin dan juga tidal terjadi kematian sampai ajal menjemput di usia lanjut

Periode Siklus HidupManusia Sesudah bayi lahir

  • Bayi :   0 – 1 tahun
  • Anak – anak  :  1 tahun – remaja
  • Remaja   :
    • Tubuh : matang secara seksual
    • Perubahan terjadi karena fisik dan hormonal
  • Dewasa  :
      • Tubuh pelan-pelan menurun
      • Perubahan nyata : – rambut mulai rontok dan menurun nya aktivitas
Siklus Hidup Manusia akan berhasil dengan sukses bila
    • Bayi bisa bertahan sesudah proses persalinan dan dapat melanjutkan ke tahap berikut nya  dari Siklus Hidup dengan tumbuh dan kembang secara optimal
    • Bayi tidak menderita Kelainan Bawaan Berat, terutama :
      • Kelainan bawaan Susunan Saraf pusat
      • Lahir  kurang bulan atau cukup bulan tetapi bukan imatur atau BBLSR  = Berat Lahir Sangat Rendah
Siklus hidup ini akan terganggu apabila bayi tidak mendapatkan pelayanan yang optimal dan mempunyai kelainan., sehingga akan tergambar sebagai berikut :

Gambar 2. Bayi dengan gangguan

Tumbuh kembang
Seorang bayi yang sudah lahir akan mengalami proses tumbuh kembang sesuai dengan potensi masing masing
Tumbuh adalah proses bertambahnya jumlah dan besar sel sel yang dapat diukur dengan ukuran antropometri sepertyi : berat lahir, berat badan, panjang atau tinggi badan, lingkar lengan atas  dlll
Sedangkan kembang adalah matang nya fungsi sel sel otak dan otot motorik yang menggambarkan kecerdasan, kepintaran anak dalam melakukan kegiatan atau aktifitas yang dapat diukur dengan berbagai cara atau  metode.
Tumbuh kembang dipengaruhi pleh banyak faktor seperti gambar berikut :
Gambar 3 . Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang
Tahapan tumbuh kembang :
Bayi manusia bukanlah bayi binatang yang begitu lahir langsung dapat berjalan dan cari makanan atau minuman sendiri tetapi bayi manusia akan tumbuh dan kembang secara bertahap. Bayi akan tumbuh kalau sehat dan mendapat asupan gizi yang cukup dan seombang. Bayi akan kembang kalau mendapatkan stimulasi ayau tangsang yang cukup memadai. Bayi akan kembang melalui tahapan atau jenjang perkembangan yang disebut dengan : ”milestone” atau batu pijakan atau trap atau yang juga dikenal sebagai : ” Faal statis ”
Gambar 4 di bawah menunjukkan ” milestone ” awal perkembangan bayi mulai dari lahir yang belum bisa melihat dengan terang, belum bisa tersenyum sampai tahapan tengkurap dan memperhatikan atau melihat sesuatu. Tahapan ini tentu sesuai dengan Gambar 3 tentang Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang.  Mulai tahap ini sudah harus dimulai  intervensi orang tua yang dikelompokkan menjadi :

  • ASUH:
    • Memberi minum dan makanan bergizi
      Memberi imunisasi
  • ASIH :
    • Memberi perhatian
      Memberi kasih sayang
  • ASAH
    • Stimulasi mental dini
    • Memberi pendidikan dan    pembelajaran
    • Memberi pendidikan agama
Gambar 4. Milestone awal perkembangan bayi
  • ASUH:
Otak  manusia :
Otak manusia laksana sebuah computer raksasa atau suatu jejaring ( network) yang mempunyai fungsi :
  • LUHUR
  • MOTORIK
  • SENSORIK

Gambar 5 : Otak manusia





Gambar 6 > Perkembangan Otak manusia
Periode Emas Pertumbuhan Otak
  • Periode tercepat pertumbuhan otak  2 bln sebelum lahir s/d 4 thn
  • Periode rawan/ kritis à 1 kali seumur hidup



Tabel 1, Fase Penambahan Berat Otak

Usia
BB
Berat Otak (g)
Rasio BO/BB (%)
Lahir 3.5 350 10
1 tahun
2 tahun
Wanita Dws
Pria Dws
Tujuan pemberian nutrisi yang baik
    • Menyediakan kalori dan nutrisi yang cukup
    • Menjamin Tumbuh kembang Optimal

ASI   (  AIR SUSU IBU )
  • Minuman optimal hampir seluruh bayi baru lahir  karena mengandung :
    • Faktor  immunologik dan antibakterial
    • hormones, enzym, dan peptida
      • Tdk terdpt pada minuman alternatip lain
      • Nilai nutrisi tinggi dp susu formula :
      • Protein
      • Lemak  :   LC  PUFA
      • Trace element
      • Pengosongan  dan toleransi lambung lb cepat

Air  Susu  Ibu Untuk awal yang terbaik
  • Unsur gizi tepat
  • Hub. Psikologis
  • Ekonomis
  • Mengandung zat kekebalan
  • Mengandung Nutrisi penting :ALFA PROTEIN, AA & DHA, Vitamin, Mineral, Karoten alami, Nukleotida, dan ,lutein
Menurut penelitian
Bayi yang diberi ASI, kecerdasannya lebih tinggi daripada bayi yang diberi formula


Makanan Pendamping ASI
  • ASI eksklusip : 6 bulan
  • Makanan tambahan  : 6 bulan
    • Saluran cerna  siap menerima makanan
    • Susu Formula
    • Bubur susu
    • Sari buah
  • 1 tahun Makanan / Menu keluarga
Gizi
  • Seimbang  :
    • Kalori
    • Protein
    • Lemak
    • Vitamin
    • Mineral
    • “ Trace element “
Pantau
Tumbuh Kembang
KMS   &    Si DTK



Imunisasi AGAR  Sehat
Diwajibkan Dianjurkan
Hepatitis B Polio
BCG
DPT
Cmpak
HIB
DPaT
Hepatitis A
MMR
Pneumonia


Cerdas
Stimulasi  dini
Lingkungan yang kondusip
Dicintai  & mencintai
Emosi berkembang secara normal
Respons positip
IQ & DQ  dan Potensi Akademik baik

CERDAS
  • Pendidikan formal
  • Pendidikan informal
  • Stimulasi sesuai dengan Umur

Organ yg mempengaruhi kecerdasan
  • Penglihatan / Mata
  • Otak dan SSP
  • Telinga
  • Otot
Perkembangan Visual sejalan dengan perkembangan Otak
  • Melihat
  • Merekam
  • Belajar (mengenal bentuk, warna, ukuran, dll. )
  • Bagian penting mata untuk menangkap       objek yang dilihat : RETINA ( pusat            penglihatan )

  • Retina sangat rentan terhadap kerusakan       akibat bahaya sinar biru
Mata
Bayi dilahirkan dengan lensa :
–        relatif  jernih/bening yang secara bertahap dan
alami berubah menjadi kuning sejalan
dengan usia.
Risiko terbesar kerusakan  :  akibat sinar biru dialami anak usia dini.
Sekitar 70-80% sinar biru dapat
mencapai retina pada usia 0-2 tahun
60-70% pada usia 2-10 tahun,

Ringkasan

Anak merupakan harapan masa depan
Harus dipersiapkan sejak dini
Ibu hamil juga harus disiapkan
Saat lahir — periode kritis — Cegah jangan sampai terjadi asfiksia
Bayi —– Tumbuh Kembang — harus optimal
Tumbuh Kembang :  perlu  Asih, Asah dan Asuh
Peran Orangtua, keluarga dan masyarakat sangat penting
Anak Sehat: Jasmani, Rohani dan Sosial
Anak Cerdas  perlu organ yg sehat , rangsang dini dan pendidikan
Berakhlak mulia
Tumbuh Kembang :  perlu  Asih, Asah dan Asuh
Peran Orangtua, keluarga dan masyarakat sangat penting
Anak Sehat: Jasmani, Rohani dan Sosial
Anak Cerdas  perlu organ yg sehat , rangsang dini dan pendidikan
Berakhlak mulia


Sumber :
  1. 1. Bahan Kuliah Perinatologi
  2. 2. Bagan Seminar beberapa waktu
  3. 3. Gambar diambil dari URL secara gratis

Semarang 1 Maret 2010

KONSEP PERTUMBUHAN

Pertumbuhan secara konseptual didefinisikan sebagai perubahan kuantitatif dalam arti pertambahan ukuran dan struktur. Perubahan ukuran dan stuktur tersebut tidak hanya terjadi pada bagian badan yang besar yang berada di luar, namun juga dalam organ tubuh, termasuk otak. Pengertian pertumbuhan juga hanya dibatasi untuk perubahan struktur dan faali dalam konstitusi fisik. Perubahan akibat pertumbuhan yang bersifat kumulatif dan dapat diukur secara langsung. Konsep pertumbuhan mengandung dua pengertian yaitu bertambahnya jumlah sel atau hiperplasi, dan bertambahnya ukuran sel atau hipertrofia. Dengan demikian pertumbuhan berkaitan dan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau tingkatan dimensi sel, organ maupun individu yang diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm, meter), umur tulang, dan keseimbangan metabolik dengan mengukur retensi Kalsium dan Nitrogen tubuh.

Anak-anak dalam masa pertumbuhan
Membahas pertumbuhan sebenarnya kita tidak dapat lepas dari pembahasan mengenai siklus hidup manusia (human life cycle). Dalam setiap tahapan siklus hidup manusia menggambarkan terjadinya adanya proses pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan akan berhenti setelah manusia sampai pada tahap ”dewasa”.

Setelah usia 1 (satu) tahun, pertumbuhan anak akan mengalami perlambatan, tetapi tubuh mengalami perubahan dramatis. Perubahan internal yang melengkapi masa itu adalah mulai terjadi pertambahan masa dan kepadatan tulang serta jaringan otot. Mulai memasuki usia dua tahun, seorang anak akan kehilangan sebagian besar lemak tubuhnya. Beberapa bagian otot, terutama pada tungkai, punggung dan pantat mulai mengencang dan kuat, dan tulang tungkai kaki semakin panjang dan padat. Pada usia pra sekolah (4-5 tahun) pertumbuhan otot sudah lebih sempurna, sehingga akan menunjang perkembangan motoriknya. .

Kecepatan pertumbuhan anak akan berbeda pada setiap masa. Terdapat dua periode, di mana pertumbuhan anak terjadi sangat cepat, yang disebut masa tumbuh pesat (growth spurt), yaitu pada masa balita dan masa remaja. Terdapat pula periode di mana terjadi kegoncangan pertumbuhan yang disebut growth faltering. Growth faltering merupakan kejadian yang sangat umum terjadi pada anak umur 0 – 6 bulan, dengan tanda goncangan grafik pertumbuhan, baik dalam pertumbuhan masa tubuh maupun pertumbuhan linear, yang keduanya menjurus ke arah penurunan grafik bila dibandingkan dengan rujukan tertentu.

Parameter Pertumbuhan
Pertumbuhan dapat diukur menggunakan beberapa indikator yang menggambarkan ukuran dimensi tubuh atau ukuran antropometri. Antropometri didefinisikan sebagai pengukuran berbagai dimensi tubuh dan komposisi tubuh pada berbagai umur dan keadaan gizi. Beberapa indikator antropometri untuk mengukur pertumbuhan adalah lingkar kepala, tinggi badan, tinggi lutut, dan lebar siku serta beberapa indeks yang menggunakan rasio berat badan terhadap tinggi badan.

Berat badan merupakan pengukuran tunggal yang utama di antara berbagai pengukuran antropometri. Pengukuran ini merefleksikan secara kasar masukan, penggunaan dan keluaran zat gizi tubuh. Berat badan dapat digunakan untuk penentuan pengurusan (wasting), atau secara khusus mengukur kehilangan jaringan lemak dan otot. Pengukuran badan yang dilakukan secara berulang atau serial dapat digunakan sebagai indeks pertumbuhan, dan juga kegagalan pertumbuhan. Namun pengukuran berat badan akan lebih bermakna bila diperhitungkan dengan umur, tinggi badan, ukuran rangka tubuh, proporsi lemak, otot dan tulang serta keadaan patologis yang mungkin ada.

Beberapa ukuran antropometri tersebut selanjutnya akan dibandingkan dengan data rujukan (references) yang telah disepakati. WHO merekomendasikan penggunaan rujukan dari National Centre For Health and Statistic (NCHS), untuk diterapkan di negara yang berkembang. Untuk menilai pertumbuhan dapat dilihat dari bertambahnya berat badan atau tinggi badan seorang anak dari waktu ke waktu, yang dapat digambarkan dalam bentuk kurva. Kurva pertumbuhan yang sering digunakan di Indonesia adalah KMS yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan menggunakan indikator berat badan menurut umur, dari rujukan NCHS.

SIKLUS HIDUP TUMBUHAN PAKU

Daur hidup (metagenesis)
Protalium (panah merah) dengan tumbuhan paku muda
Daur hidup tumbuhan paku mengenal pergiliran keturunan, yang terdiri dari dua fase utama:gametofit dan sporofit. Tumbuhan paku yang mudah kita lihat merupakan bentuk fase sporofit karena menghasilkan spora. Bentuk generasi fase gametofit dinamakan protalus (prothallus) atau protalium (prothallium), yang berwujud tumbuhan kecil berupa lembaran berwarna hijau, mirip lumut hati, tidak berakar (tetapi memiliki rizoid sebagai penggantinya), tidak berbatang, tidak berdaun. Prothallium tumbuh dari spora yang jatuh di tempat yang lembab. Dari prothallium berkembang anteridium (antheridium, organ penghasil spermatozoid atau sel kelamin jantan) dan arkegonium (archegonium, organ penghasil ovum atau sel telur). Pembuahan mutlak memerlukan bantuan air sebagai media spermatozoid berpindah menuju archegonium. Ovum yang terbuahi berkembang menjadi zigot, yang pada gilirannya tumbuh menjadi tumbuhan paku baru.
Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) juga memiliki daur seperti ini tetapi telah berevolusi lebih jauh sehingga tahap gametofit tidak mandiri. Spora yang dihasilkan langsung tumbuh menjadi benang sari atau kantung embrio.

Klasifikasi

|Paku laut. Tumbuhan paku adaptif untuk tempat-tempat marginal.]] Secara tradisional, Pteridophyta mencakup semua kormofita berspora, kecuali lumut hati, lumut tanduk, dan tumbuhan lumut. Selain paku sejati (kelas Filicinae), termasuk di dalamnya paku ekor kuda (Equisetinae), rane dan paku kawat (Lycopodiinae), Psilotum (Psilotinae), serta Isoetes (Isoetinae). Sampai sekarang pun ilmu yang mempelajari kelompok-kelompok ini disebut pteridologi dan ahlinya disebut pteridolog.

SIKLUS HIDUP TUMBUHAN LUMUT

Tumbuhan lumut merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam Bryophytina[rujukan?] (dari bahasa Yunani bryum, "lumut").
Tumbuhan ini sudah menunjukkan diferensiasi tegas antara organ penyerap hara dan organ fotosintetik namun belum memiliki akar dan daun sejati. Kelompok tumbuhan ini juga belum memiliki pembuluh sejati. Alih-alih akar, organ penyerap haranya adalah rizoid (harafiah: "serupa akar"). Daun tumbuhan lumut dapat berfotosintesis. Tumbuhan lumut merupakan tumbuhan pelopor, yang tumbuh di suatu tempat sebelum tumbuhan lain mampu tumbuh. Ini terjadi karena tumbuhan lumut berukuran kecil tetapi membentuk koloni yang dapat menjangkau area yang luas. Jaringan tumbuhan yang mati menjadi sumber hara bagi tumbuhan lumut lain dan tumbuhan yang lainnya.
Tumbuhan lumut dengan sporofit muda

Daftar isi

Pergiliran keturunan

Pergiliran keturunan tumbuhan lumut
Tumbuhan lumut mengalami pergiliran keturunan dalam daur hidupnya. Apa yang dikenal orang sebagai tumbuhan lumut merupakan tahap gametofit (tumbuhan penghasil gamet) yang haploid (x = n). Dengan demikian, terdapat tumbuhan lumut jantan dan betina karena satu tumbuhan tidak dapat menghasilkan dua sel kelamin sekaligus.
Sel-sel kelamin jantan (sel sperma) dihasilkan dari anteridium dan sel-sel kelamin betina (sel telur atau ovum) terletak di dalam arkegonium. Kedua organ penghasil sel kelamin ini terletak di bagian puncak dari tumbuhan. Anteridium yang masak akan melepas sel-sel sperma. Sel-sel sperma berenang (pembuahan terjadi apabila kondisi lingkungan basah) menuju arkegonium untuk membuahi ovum.
Ovum yang terbuahi akan tumbuh menjadi sporofit yang tidak mandiri karena hidupnya disokong oleh gametofit. Sporofit ini diploid (x = 2n) dan berusia pendek (3-6 bulan untuk mencapai tahap kemasakan). Sporofit akan membentuk kapsula yang disebut sporogonium pada bagian ujung. Sporogonium berisi spora haploid yang dibentuk melalui meiosis. Sporogonium masak akan melepaskan spora. Spora tumbuh menjadi suatu berkas-berkas yang disebut protonema. Berkas-berkas ini tumbuh meluas dan pada tahap tertentu akan menumbuhkan gametofit baru.

 Peran tumbuhan lumut dalam ekosistem

Tumbuhan lumut memiliki peran dalam ekosistem sebagai penyedia oksigen, penyimpan air (karena sifat selnya yang menyerupai spons), dan sebagai penyerap polutan.
Tumbuhan ini juga dikenal sebagai tumbuhan perintis, mampu hidup di lingkungan yang kurang disukai tumbuhan pada umumnya.

Manfaat tumbuhan lumut

Beberapa tumbuhan lumut dimanfaatkan sebagai ornamen tata ruang. Beberapa spesies Sphagnum dapat digunakan sebagai obat kulit dan mata.
Tumbuhan lumut yang tumbuh di lantai hutan hujan membantu menahan erosi, mengurangi bahaya banjir, dan mampu menyerap air pada musim kemarau.