Sahabatku

Rabu, 07 Desember 2011

KONSEP PERTUMBUHAN

Pertumbuhan secara konseptual didefinisikan sebagai perubahan kuantitatif dalam arti pertambahan ukuran dan struktur. Perubahan ukuran dan stuktur tersebut tidak hanya terjadi pada bagian badan yang besar yang berada di luar, namun juga dalam organ tubuh, termasuk otak. Pengertian pertumbuhan juga hanya dibatasi untuk perubahan struktur dan faali dalam konstitusi fisik. Perubahan akibat pertumbuhan yang bersifat kumulatif dan dapat diukur secara langsung. Konsep pertumbuhan mengandung dua pengertian yaitu bertambahnya jumlah sel atau hiperplasi, dan bertambahnya ukuran sel atau hipertrofia. Dengan demikian pertumbuhan berkaitan dan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau tingkatan dimensi sel, organ maupun individu yang diukur dengan ukuran berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm, meter), umur tulang, dan keseimbangan metabolik dengan mengukur retensi Kalsium dan Nitrogen tubuh.

Anak-anak dalam masa pertumbuhan
Membahas pertumbuhan sebenarnya kita tidak dapat lepas dari pembahasan mengenai siklus hidup manusia (human life cycle). Dalam setiap tahapan siklus hidup manusia menggambarkan terjadinya adanya proses pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan akan berhenti setelah manusia sampai pada tahap ”dewasa”.

Setelah usia 1 (satu) tahun, pertumbuhan anak akan mengalami perlambatan, tetapi tubuh mengalami perubahan dramatis. Perubahan internal yang melengkapi masa itu adalah mulai terjadi pertambahan masa dan kepadatan tulang serta jaringan otot. Mulai memasuki usia dua tahun, seorang anak akan kehilangan sebagian besar lemak tubuhnya. Beberapa bagian otot, terutama pada tungkai, punggung dan pantat mulai mengencang dan kuat, dan tulang tungkai kaki semakin panjang dan padat. Pada usia pra sekolah (4-5 tahun) pertumbuhan otot sudah lebih sempurna, sehingga akan menunjang perkembangan motoriknya. .

Kecepatan pertumbuhan anak akan berbeda pada setiap masa. Terdapat dua periode, di mana pertumbuhan anak terjadi sangat cepat, yang disebut masa tumbuh pesat (growth spurt), yaitu pada masa balita dan masa remaja. Terdapat pula periode di mana terjadi kegoncangan pertumbuhan yang disebut growth faltering. Growth faltering merupakan kejadian yang sangat umum terjadi pada anak umur 0 – 6 bulan, dengan tanda goncangan grafik pertumbuhan, baik dalam pertumbuhan masa tubuh maupun pertumbuhan linear, yang keduanya menjurus ke arah penurunan grafik bila dibandingkan dengan rujukan tertentu.

Parameter Pertumbuhan
Pertumbuhan dapat diukur menggunakan beberapa indikator yang menggambarkan ukuran dimensi tubuh atau ukuran antropometri. Antropometri didefinisikan sebagai pengukuran berbagai dimensi tubuh dan komposisi tubuh pada berbagai umur dan keadaan gizi. Beberapa indikator antropometri untuk mengukur pertumbuhan adalah lingkar kepala, tinggi badan, tinggi lutut, dan lebar siku serta beberapa indeks yang menggunakan rasio berat badan terhadap tinggi badan.

Berat badan merupakan pengukuran tunggal yang utama di antara berbagai pengukuran antropometri. Pengukuran ini merefleksikan secara kasar masukan, penggunaan dan keluaran zat gizi tubuh. Berat badan dapat digunakan untuk penentuan pengurusan (wasting), atau secara khusus mengukur kehilangan jaringan lemak dan otot. Pengukuran badan yang dilakukan secara berulang atau serial dapat digunakan sebagai indeks pertumbuhan, dan juga kegagalan pertumbuhan. Namun pengukuran berat badan akan lebih bermakna bila diperhitungkan dengan umur, tinggi badan, ukuran rangka tubuh, proporsi lemak, otot dan tulang serta keadaan patologis yang mungkin ada.

Beberapa ukuran antropometri tersebut selanjutnya akan dibandingkan dengan data rujukan (references) yang telah disepakati. WHO merekomendasikan penggunaan rujukan dari National Centre For Health and Statistic (NCHS), untuk diterapkan di negara yang berkembang. Untuk menilai pertumbuhan dapat dilihat dari bertambahnya berat badan atau tinggi badan seorang anak dari waktu ke waktu, yang dapat digambarkan dalam bentuk kurva. Kurva pertumbuhan yang sering digunakan di Indonesia adalah KMS yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan menggunakan indikator berat badan menurut umur, dari rujukan NCHS.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar