Sahabatku

Kamis, 08 Desember 2011

SIKLUS HIDUP KUMBANG

Berikut ini adalah siklus tiga jenis utama kumbang bubuk yang paling sering menyerang kayu dan bambu:

Jenis Lyctids biasanya hanya menyerang jenis kayu keras yang memiliki rongga besar seperti mahoni.Mereka menyerang kayu musiman dan kamyu yang memiliki getah, terutama pada produk gergajian seperti jendela, pintu, lantai furniture dan kayu bakar. Jenis ini biasanya tidak menyerang kayu lunak seperti pinus. Lyctids jarang menyrang kayu yang berusia lebih tua dari lima tahun. Penularan biasanya berawal dari kayu yang mengandung telor atau larva yang diletakkan dalam rumah, atau kayu yang tidak dikeringkan atau disimpan dengan benar. Jika sudah dewasa, larva akan keluar dari kayu dan menyebabkan kerusakan dengan membuat lobang keluar berukuran 1 hingga 2 mm. Siklus hidup Lyctids hanya 3 bulan.
Anobiids menyerang kayu keras dan lunak dan bisa saja menyerang kayu keras bersamaan dengan Lyctid. Kayu jenis pinus sangat rentan terhadap serangan. Anobiids lebih suka menyerang kayu yang lembab, sehingga kerusakan biasanya dimulai dalam kondisi kelembaban, kurangnya ventilasi seperti di basement, garasi dll. Kondisi yang mendukung dengan tingkat kelembaban dan suhu tertentu akan meningkatkan serangan hingga meluas ke baggian lain dari kayu. Kerusakan besifat perlahan tapi pasti dalam jangka waktu bertahun-tahun. Siklus hidup jenis ini berkisar antara 1 hingga 3 tahun.
Bostrichids banyak ditemukan di daerah tropis seperti Indonesia. Kumbang bubuk jenis inilah yang paling banyak menyerang bambu, baik pada bambu iratan seperti keanjang maupun bambu bulat seperti pada furniture, bangunan dan material bambu lainnya. Selain pada bambu, jenis Bostrichids juga menyerang kayu keras dan lunak baik yang berjenis musiman maupun tidak, kayu yang bayak memiliki getah dan tidak bergetah juga sering menjadi sasaran serangan. Kerusakan pada bambu dapat disebabkan oleh kumbang dewasa ataupun larvanya. Kumbang dewasa meletakkan telornya pada rongga atau bekas tempat potongan kayu atau bambu yang terbuka dan tidak dilapisi cat atau vernis. Telor kumbang menetas menjadi larva dan membuat trowongan di balam batang bambu dan kayu. Kumbang dewasa akan muncul dalam waktu satu tahun kemudian, biasanya pada bulan April-Juli, keluar melalui lobang yang dibuat oleh larva. Kumbang dewasa memiliki siklus hidup yang singkat, aktif ketika malam hari dan dapat kembali menyerang kayu yang sama atau berpindah pada kayu lainnya dengan cara menempatkan telor-telornya lalu memulai siklus baru lagi. Kerusakan yang ditimbulkan akan mudah terlihat. Beberapa jenis akan keluar dari bambu dalam waktu beberapa bulan, namun jenis lannya dapat bertahan didalam kayu atau bambu hingga puluhan tahun sebelum muncul ke permukaan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar